Rupiah Sudah Melemah 8 Persen Hingga Hari Ini

Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia  (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyerukan dukungan dunia usaha terhadap Penguatan rupiah dan Ekonomi Indonesia.

Dukungan tersebut diserukan dalam sebuah acara Seminar Nasional bertajuk Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter Yang Adil, Transparan dan Akuntabel dilangsungkan di Grand Ballroom Kempinsky, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Seminar yang dihadiri lebih dari 1.200 pengusaha ini juga menghadirkan beberapa pejabat diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi serta Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahazil Nazara.

Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, Indonesia sedang menghadapi tekanan dinamika ekonomi global. Para pengusaha yang tergabung dalam Apindo dan Kadin deklarasikan gerakan penguatan ekonomi Indonesia.

“Apindo dan Kadin menyerukan pernyataan dukungan dunia usaha untuk penguatan rupiah dan ekonomi Indonesia,” kata dia.

Adapun langkah-Iangkah atau aksi mendukung pemerintah memperkuat ekonomi dan rupiah melalui:

1. Membatasi penggunaan transaksi valuta asing, hanya digunakan untuk tujuan yang benar-benar penting saja.

2. Mengutamakan pemasok dalam negeri dalam rantai bisnis.

3. Meningkatkan ekspor dan mencari peluang pasar non tradisional luar negeri.

4. Menyusun rancangan investasi dalam bentuk rupiah termasuk pinjamam dalam bentuk rupiah.

5. Maksimalisasi tenaga kerja dan ahli lokal, dan konversi upah tenaga asing ke rupiah dengan nilai yang tetap.

“Apindo dan Kadin meyakini bahwa langkah-langkah aksi ini bisa dilakukan kolektif para pengusaha sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penguatan nilai tukar rupiah,” ujarnya.

Kendati demikian dia menegaskan perlunya penyusunan kebijakan pajak yang Iebih konstrukif mendorong semangat tumbuhnya investasi bukan yang mengancam dan menakut-nakuti dunia usaha.

“Selain kebijakan pajak, kita juga memerlukan inovasi sistem cukai yang Iebih stimulasi positif bagi kategori industri yang memerlukan bahan baku import, yang belum dapat diproduksi di dalam negeri,” dia menandaskan.