Politisi Gerindra sebut proyek LRT fase I termahal di dunia akhirat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Politisi Partai Gerindra Muhammad Taufik menyebut proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) fase pertama menelan anggaran yang sangat besar. Bahkan wakil ketua DPRD DKI Jakarta itu menyebut sebagai termahal sedunia.

“Itu menurut saya pembangunan jalan termahal sedunia itu. Bahkan dunia akhirat malahan. Rp 1,1 triliun per kilometer,” kata wakil ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik, Kamis (13/9).

Berangkat dari nominal yang mahal tersebut, DPRD masih enggan mengiyakan terkait dengan pembangunan LRT fase dua. Taufik menyebut bahwa fase ke dua ini akan dikaji ulang. Beberapa poin penting turut diungkapkan, apakah fase dua layak atau tidak untuk dibangun.

“Kita akan kaji dulu. Ada enggak studi kelayakannya? Siapa yang biayai? Siapa operatornya? Bagaimana gandengannya antara fase satu dan dua. Itu akan banyak faktornya nanti, variabelnya banyak untuk didiskusikan,” ujar Taufik.

Lebih lanjut Taufik menyebutkan, jika dalam kajian nanti tidak ditemukan kejelasan atau titik temu, maka DPRD berencana mencoret anggaran daerah (sebagian) untuk digunakan dalam pembangunan LRT.

“Ya kalau enggak jelas untuk apa? Emang harus pemda yang biayai 100%?” ungkap Taufik.

Ia mengatakan bahwa pada pembangunan LRT fase satu, pihak DPRD DKI Jakarta tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Selanjutnya, Taufik akan mengusulkan kepada Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi untuk membentuk pansus untuk membentuk skema pembiayaan fase satu dan pembiayaan fase dua.

“Ya saya sih menyarankan ada pansus, saya kan sudah ngusulin ke ketua dewan supaya ada pansus LRT. Pertama kalau ini buat fase kedua, skema pembiayaannya seperti apa? Masih APBD atau tidak? Kalau swasta bagaimana mekanismenya dengan yang fase satu? Yang kedua, fase satu itu manfaatnya seperti apa? Kalau hanya dari Kelapa Gading ke Velodrome itu nanti kayak TMII tuh. Tempat rekreasi anak-anak. Itu mesti dikaji lah,” tegasnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut dalam waktu dekat Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan akan menetapkan lokasi untuk fase II.

Pemilihan lokasi ini dikatakan Anies sangat penting karena ia melihat sejauh ini Jakarta penuh dengan konstruksi pembangunan infrastruktur. Ia tidak mau dengan penetapan lokasi yang tidak tepat menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Pembahasan terlebih dahulu dengan pihak Kementerian untuk menentukan penetapan lokasi untuk fase II. Setelah ada penetapan lokasi, barulah dilaksanakan pembangunan berikutnya, penetapan lokasi dalam waktu dekat ini,” kata Anies.

Diketahui usulan rute LRT fase dua akan mencakup stasiun Velodrome – Dukuh Atas, dan Tanah Abang. Untuk biaya pembangunannya akan menggunakan Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp 1,8 triliun dari APBD DKI Jakarta.

Reporter: Kiki Safitri
Editor: Yudho Winarto

LRT